Cik Ujang Lirik Sumse 1, Bagindo Togar ; Tidak Ada Jabatan Politik di Dapat Cuma-Cuma

Bagindo Togar -- Pengamat Politik
banner 120x600
banner 468x60

PALEMBANG, Sumatera Pos — Kalau Cik Ujang calon gubernur sangat pantas karena, Gubernur pasangannya sekarang tidak mungkin 3 periode. Begitu peraturan perundang-undangan, kemudian kedua Cik Ujang merupakan wakil gubernur dan juga sebagai ketua DPD Demokrat Sumsel jadi merupakan peningkatan karir politik dia sebagai ketua partai dan wakil gubernur, hal itu disampaikan Pengamat Politik Bagindo Togar Kamis (11/09/2025).

Pengamat Politik Sumsel ini juga menyebutkan pernyataan ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Cik Ujang yang mulai melirik kursi Sumsel 1 sedini mungkin dinilai sangat pantas dan hal tersebut dinilai sebagai peningkatan karir politik.

banner 325x300

“Namun yang masih menjadi pertanyaan adalah apakah ke depan masih dilakukan pemilihan langsung atau pemilihan diwakilkan oleh anggota DPRD (legislatif) Artinya apabila pemilihan langsung Cik Ujang sudah punya pengalaman dalam melakukan manuver-manuver dilapangan, namun apabila pemilihan dilakukan perwakilan DPRD (Legislatif) maka dia harus bekerja keras. Namun bukan kerja Cik Ujang semata tapi kerja keras semua caleg Demokrat yanng bertarung memperebutkan Kursi yang ada di DPRD provinsi dari 75 kursi harus mampu beroposisi yang baik, sehingga  harus memiliki kemampuan pola & strategikomunikasi politik yang efektif,” tukas Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sumsel.

Bagindo juga menyebutkan tugas Cik Ujang tidak mudah karena musuhnya kedepan adalah anak muda dan penuh strategi lebih lebih kompleks bertarung dengan para politisi muda yang energik, brilian, cerdas& kaya ide dlmmenghadapi kontestasi politik.

“Jika Cik ujang memulai sedini mungkin itu sangat baik, artinya Cik ujang sudah harus melakukan kerja politik dengan melakukan investasi politik harus dimulai dari awal dan advokasi, dak ada lagi yang sekarang ini instant ujug-ujug setahun baru kerja keras. Tapi kalau gerakan politik satu tahun kurang itu dipastikan dia semata-mata mengandalkan faktor politik uang artinya minus edukasi dan cenderung berperilaku penting secara primitif. Kenapa primitif ato ultra transaksional, artinya praktek barter antara uang dengan suara,” ungkap Bang Gindo.

“Berbicara hal itu sejak dini apakah akan ada kekhawatiran ada serangan-serangan politik iya, tidak ada jabatan politik diperoleh secara cuma-cuma bak Kado. Akan menjadi menarik bila diwarnai dengan varianIntrik,polemik & konflik bisa dengan tetap mengikuti koridor dan aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Pemilihan politik itu harus ramai, harus berisik banget harus mampu menghadapi kompetisi menghadapi anak muda. Nggak ada politik tanpa gesekan, itu harus dinikmati dijalani dan dinikmati secara politik.(FM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *