Warga Keluhkan Kemacetan di Simpang Tegal Binangun, Dishub Diharapkan Turun Tangan

banner 120x600
banner 468x60

BANYUASIN — Kemacetan seolah menjadi pemandangan rutin di Simpang Empat Tegal Binangun, Kelurahan Jakabaring Selatan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Setiap jam sibuk, arus kendaraan dari berbagai arah bertemu dan berujung pada kepadatan yang menghambat aktivitas warga.

Kondisi tersebut paling terasa pada pagi hari, ketika masyarakat mulai beraktivitas, orang tua mengantar anak ke sekolah, hingga pekerja berangkat mencari nafkah. Tak hanya pagi, kepadatan kembali terjadi pada sore hari saat masyarakat pulang dari tempat kerja.

banner 325x300

Arus kendaraan yang padat ditambah kondisi lalu lintas yang dinilai tidak tertata membuat pengendara harus ekstra bersabar. Waktu tempuh pun menjadi lebih panjang, bahkan berpotensi membuat warga terlambat tiba di tempat tujuan.

Supriadi, salah seorang pengendara yang setiap pagi mengantar anaknya ke sekolah, mengaku kemacetan di kawasan tersebut telah mengganggu aktivitas sehari-hari. Ia bahkan beberapa kali harus menghadapi keterlambatan akibat kendaraan yang menumpuk.

“Kalau pagi macetnya cukup parah. Kami yang mengantar anak sekolah sering terlambat karena kendaraan menumpuk dan tidak teratur,” keluh Supriadi, Selasa (28/07/2026) pagi.

Menurut Supriadi, persoalan kemacetan semakin terasa karena minimnya petugas yang mengatur arus lalu lintas di lokasi tersebut. Padahal, kehadiran petugas dinilai penting untuk mengurai kepadatan, khususnya ketika volume kendaraan meningkat pada jam-jam sibuk.

Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tidak tinggal diam melihat persoalan tersebut. Pemerintah diminta segera mengambil langkah konkret agar kemacetan tidak terus berulang setiap hari.

Salah satu solusi yang diharapkan warga adalah penempatan personel Dishub di Simpang Empat Tegal Binangun pada waktu-waktu rawan kepadatan. Petugas diharapkan dapat mengatur arus kendaraan pada pagi hari, terutama saat jam masuk sekolah dan jam berangkat kerja, serta sore hari ketika masyarakat pulang beraktivitas.

Warga menilai, kemacetan di kawasan tersebut tidak seharusnya hanya ditangani setelah terjadi penumpukan kendaraan. Langkah antisipatif diperlukan agar arus lalu lintas tetap terkendali dan aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *