Berita  

Gubernur Sumsel Resmikan Pembangunan Jalan Khusus Angkutan Tambang Batu Bara 26,4 Km

Foto : Gubernur Sumsel Herman Deru didamping Bupati Lahat Bursa Sarnubi
banner 120x600
banner 468x60

LAHAT, Sumatera Pos — Pembangunan jalan khusus tambang batu bara yang digarap oleh PT Levi Bersaudara Abadi (LBA) dimulai,  peresmian tersebut dilakukan langsung Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru di Desa Cempaka Wangi, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.

Jalan khusus ini akan dibangun sepanjang 26,4 kilometer dengan lebar 30 meter. Infrastruktur ini ditujukan untuk memisahkan jalur angkutan batu bara dari jalan umum, sehingga diharapkan dapat mengurangi pencemaran udara dan debu yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

banner 325x300

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya persoalan teknis transportasi, melainkan menyangkut aspek kemanusiaan.

“Yang penting bukan hanya kenyamanan, tapi juga ISPU—Indeks Standar Pencemaran Udara—sudah di atas ambang batas normal,” ungkapnya, Senin (4/8/2025).

Ia menekankan bahwa polusi udara di Kecamatan Merapi telah melewati tambang aman, sehingga percepatan pembangunan jalan hauling menjadi keharusan.

“Kita tidak lagi bicara bisnis. Ini soal masa depan anak-anak kita. Siapa yang tidak mendukung, perlu dipertanyakan rasa kemanusiaannya,” tegas Deru.

Gubernur juga meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumsel untuk membagikan data ISPU kepada masyarakat, sebagai bentuk keterbukaan informasi sekaligus peringatan bahwa kondisi lingkungan sudah dalam keadaan darurat.

Ia menambahkan, pembangunan jalan ini memerlukan kolaborasi lintas sektor. Gubernur menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian, TNI, kejaksaan, serta seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah mendukung secara aktif.

Tak hanya itu, Herman Deru juga menyoroti pentingnya dukungan dari para kepala desa serta perusahaan mitra PT LBA seperti MHP dan BSP. Menurutnya, jalan hauling ini adalah solusi nyata yang telah lama dinanti masyarakat sebagai respons terhadap pencemaran udara akibat angkutan tambang.

Sementara itu, Bupati Lahat Bursa Zarnubi menyampaikan bahwa keluhan warga terhadap polusi udara sudah berlangsung selama delapan tahun. Ia menyebut bahwa proyek ini adalah buah dari komunikasi intensif dengan Gubernur Sumsel.

“Land clearing sudah selesai. Kita targetkan penyelesaian jalan paling lambat Januari 2026,” ujarnya.

Bursa berharap kehadiran jalan khusus ini akan mengurangi beban jalan negara dan mengembalikan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.

“Tujuan utamanya agar rakyat bisa menikmati jalan negara yang aman, tanpa gangguan angkutan batu bara,” pungkasnya.

Dalam acara itu, Gubernur didampingi oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi serta Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Aminton Manurung. Kehadiran pimpinan lintas sektor ini menunjukkan kuatnya dukungan terhadap proyek yang digagas sebagai solusi atas polusi udara akibat aktivitas tambang di wilayah tersebut.

Redaksi

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *