PALEMBANG, Sumatera Pos – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru mengajak para alumni pondok pesantren untuk berperan aktif dalam pembangunan pendidikan berbasis agama di Bumi Sriwijaya. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri silaturahami Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Himpunan Keluarga Pondok Pesantren (HKPW) Walisongo Ngabar Cabang Sumsel sekaligus pelantikan HKPW periode 2025–2028, di Sriwijaya Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Sabtu (2/8/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan harapan agar kepengurusan HKPW yang baru dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan berakhlak.
“Setelah pelantikan ini, saya berharap HKPW dapat membuka ruang diskusi yang aktif dengan pemerintah. Kita ingin pendidikan agama tidak hanya membentuk manusia religius, tapi juga melahirkan intelektual yang bermanfaat bagi bangsa,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Gubernur menyatakan akan mendaftarkan HKPW ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumsel agar diakui secara resmi sebagai organisasi.
Lebih lanjut, Gubernur Herman Deru juga menyinggung capaian Sumsel dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Ia menyebut Sumsel pernah masuk 10 besar nasional pada tahun 2006 dan kembali meraih prestasi yang sama pada tahun 2022.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak serta gerakan cinta Al-Qur’an yang semakin meluas, baik di sekolah-sekolah maupun lingkungan rumah tangga.
“Kita tahu Sumatera Selatan ini wilayah yang sangat luas. Tantangannya besar, tapi dengan semangat yang sama, saya yakin kita bisa terus melangkah lebih baik,” tutupnya.
Sementara itu Dewan Pembimbing Kms. H. Muhammad Ali Walisongo Ngabar menyampaikan ungkapan terimakasih atas kehadiran Gubernur Sumatera Selatan ditengah padatnya aktivitas.
“Alhamdulillah dihadiri dan disaksikan langsung oleh bapak Gubernur bapak H Herman Deru, insyaallah mudah-mudahan kedepan alumni-alumni dari keluarga besar dari pondok pesantren untuk menjadikan Sumatera Selatan menjadi Sumsel Maju bersama, seperti apa yang disampaikan Bapak Gubernur Herman Deru,” uungkap KH Kms Muhammad Ali.
“Ini bukan sekadar cita-cita, tetapi juga menjadi amanah dan tanggung jawab bagi seluruh alumni untuk menjadikan Sumatera Selatan sebagai pusat pendidikan berbasis pesantren yang unggul. Kami menyadari bahwa mewujudkan hal ini membutuhkan kerja keras, kekompakan, dan dukungan dari semua pihak, terutama Pemerintah Provinsi,” pungkasnya.
(Dede Sunarya)

















