Reses Anggota DPRD Sumsel Dapil 1 Palembang di SMA Srijaya Negara dan SMA Tri Dharma

Foto: Pelaksanaan kegitatan reses masa sidang IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2025, Daerah Pemilihan 1 kota Palembang
banner 120x600
banner 468x60

PALEMBANG — Pelaksanaan kegitatan reses masa sidang IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2025, Daerah Pemilihan 1 kota Palembang yang meliputi kecamatan Bukit Kecil, Ilir Barat 1, Ilir Barat II, Gandus, Jakabaring, Plaju, Seberang Ulu 1, Seberang Ulu II dan Kertapati dilakukan di dua sekolah, SMA Srijaya dan SMA Tridarma, Sabtu (18/10/2025).

‎Kegiatan reses ini dihadiri oleh seluruh anggota DPRD Sumsel Dapil 1 Palembang, antara lain Abdullah Taufik, SE., MM (Gerindra), Aryuda Perdana Kesuma, S.Sos (Golkar), Muhammad Toha, S.Ag (PKS), Ir. Romiana Hidayanti (PDI-Perjuangan), H. Chairul S. Madtiyah, MM (Demokrat), dan Firmansyah Hakim, SH (NasDem) melakukan kegiatan disekolah untuk menyerap aspirasi tenaga pendidik dan siswa.

banner 325x300
Foto: Pelaksanaan kegitatan reses masa sidang IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2025, Daerah Pemilihan 1 kota Palembang

Siswa Siswi SMA Trijaya Negeri Palembang dan SMA Tri Dharama Palembang antusias menyambut Kegiatan Reses DPRD Sumsel yang tampak bersemangat mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari sambutan, pemaparan tugas DPRD, hingga sesi tanya jawab interaktif.

Kepala Sekolah SMA Trijaya Negeri Palembang, Dr. Hartono, M.E., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kunjungan anggota dewan ke lingkungan pendidikan.

“Kami berterima kasih atas kesempatan ini. Melalui kegiatan seperti ini, kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari proses penting penyerapan aspirasi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan,” ujarnya.

Foto: Pelaksanaan kegitatan reses masa sidang IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2025, Daerah Pemilihan 1 kota Palembang di SMA Trijaya Negera Palembang

Hartono berharap kegiatan reses dapat menjadi sarana bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan dan aspirasi dunia pendidikan, serta menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk guru honorer.

Anggota Komisi V DPRD Sumsel dari Partai Keadilan Sosial, Toha dalam sambutannya menjelaskan tiga tugas utama DPRD, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Ia menegaskan bahwa DPRD berperan dalam menyusun dan menetapkan peraturan daerah, mengawasi pelaksanaan program pembangunan, serta memastikan anggaran pendidikan digunakan tepat sasaran.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara dewan guru dan siswa kepada anggota DPRD. Beberapa siswa siswi terlihat aktif mengajukan pertanyaan seputar proses pembuatan peraturan daerah serta bagaimana aspirasi masyarakat disalurkan melalui mekanisme reses.

Dalam sesi tanya jawab, guru Geografi SMA Trijaya, Roby Anzul Mubarok, menyoroti nasib guru honorer.

Bagaimana upaya pemerintah, khususnya DPRD Provinsi Sumsel Dapil I, dalam mengatasi permasalahan guru honorer yang ingin menjadi ASN melalui jalur P3K?” tanyanya.

Foto: Suasana Reses diikuti Pelajar SMA Trijaya Negara

Menanggapi hal tersebut, Toha menegaskan bahwa DPRD dan pemerintah daerah terus berupaya memperjuangkn hak guru honorer.

“Kami mendorong pemerintah daerah memetakan kebutuhan formasi guru secara riil dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar seleksi P3K berjalan transparan. DPRD juga mengawal anggaran pendidikan agar dapat meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi,” jelasnya.

Tak hanya guru, siswa pun aktif menyampaikan aspirasi. Husniyah Fatiinah, siswi kelas XI-2, menanyakan rencana DPRD terkait peningkatan fasilitas pendidikan.

 “Apakah dalam program kerja DPRD tahun ini sudah ada rencana khusus untuk peningkatan fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah negeri, terutama di wilayah kami?” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, salah satu anggota DPRD menjelaskan bahwa peningkatan fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama tahun ini.

“Kami fokus pada perbaikan ruang kelas, pengadaan alat laboratorium, serta peningkatan sarana olahraga dan perpustakaan. DPRD juga mendorong pemerataan pembangunan agar sekolah di wilayah pinggiran mendapat perhatian yang sama dengan sekolah di pusat kota,” katanya.

Foto: Foto: Pelaksanaan kegitatan reses masa sidang IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2025, Daerah Pemilihan 1 kota Palembang di SMA Tri Dharma Palembang

Di SMA Tri Dharma Palembang, Ketua Yayasan Tridharma Palembang, Sofiansya menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian para anggota dewan terhadap sekolah swasta.

“Kami kira hanya sekolah negeri saja yang diperhatikan. Alhamdulillah, ternyata sekolah swasta juga mendapat perhatian. Kami berdiri dan berjuang dengan biaya sendiri, bahkan sebagian guru masih berstatus honorer,” ujarnya.

Sofiansya juga menuturkan, Yayasan Tridharma telah berdiri selama lebih dari 30 tahun dengan tujuan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi siswa dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

 “Sekitar sepuluh persen dari total siswa kami bebaskan dari pembayaran SPP. Ada yang sekolah sambil bekerja, ada yang jual telur gulung, bahkan ada yang orang tuanya memiliki keterbatasan,” jelasnya.

Foto: Suasana Reses Anggota DPRD Sumsel Dapil 1 Palembang di SMA Tri Dharma Palembang

Ia pun berharap DPRD dapat membantu melalui program beasiswa agar bantuan tepat sasaran.

Anggota DPRD Sumsel Muhammad Toha, S.Ag dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan reses merupakan sarana bagi DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menjalankan tiga fungsi utama: legislasi, anggaran, dan pengawasan.

“Kami berterima kasih bisa bersilaturahmi dengan para guru dan siswa. Silakan sampaikan aspirasi, baik secara langsung maupun melalui hari aspirasi masyarakat di DPRD,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa guru dan siswa menyampaikan beragam pertanyaan. Ibu Sulastri, guru SMK Tridharma, menyoroti isu kriminalisasi guru yang sedang viral serta masalah guru honorer.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD menjelaskan bahwa aturan mengenai perlindungan guru sebenarnya sudah ada, hanya perlu diterapkan dengan bijak.

“Guru boleh menegur murid, tapi harus dengan kasih sayang dan pembinaan, bukan kekerasan fisik. Sementara terkait guru honorer, pemerintah telah membuka formasi PPPK agar kesejahteraan mereka meningkat,” jelas salah satu anggota dewan.

Selain itu, siswa juga menanyakan cara agar bisa menyampaikan aspirasi kepada pemerintah serta peluang mendapatkan beasiswa.

 “Selain KIP, ada juga program beasiswa Garuda yang bisa diakses oleh mahasiswa,” terang Toha.

Menambahkan hal tersebut, Aryuda Perdana Kesuma (Golkar) menilai antusiasme siswa dan guru di SMA Tridharma sangat tinggi.

 “Pertanyaannya bagus-bagus, mulai dari kesejahteraan guru swasta hingga fasilitas belajar seperti komputer. Kami juga mengingatkan agar murid menghormati guru, jangan sedikit-sedikit melapor,” pesannya.

Kegiatan reses tersebut berjalan hangat dan interaktif. Para anggota DPRD Sumsel Dapil 6 berkomitmen menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan, terutama dalam bidang pendidikan di Palembang.(Ipo)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *