PALEMBANG, Sumatera Pos – Di tengah kekhawatiran masyarakat akan lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadan, Pemerintah Kota Palembang bergerak cepat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke Pasar Tradisional Lemabang untuk memastikan kondisi riil stok pangan dan stabilitas harga di lapangan. Senin (2/3/2026)
Langkah tegas ini bukan sekadar seremonial. Aprizal bersama tim, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), turun langsung berdialog dengan pedagang guna memantau pasokan komoditas strategis yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, mulai dari beras, telur, gula pasir, cabai, hingga daging ayam dan daging sapi.
Hasil sidak tersebut membawa kabar menenangkan bagi warga Palembang. Pemerintah memastikan stok bahan pokok dalam kondisi aman dan harga relatif stabil, tanpa lonjakan signifikan meski permintaan mulai meningkat menjelang bulan suci Ramadan.
Aprizal bahkan menegaskan bahwa ketersediaan beras di Kota Palembang mencapai sekitar 27 ribu ton, jumlah yang dinilai sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Kondisi ini menjadi indikator kuat bahwa distribusi pangan masih terkendali dan tidak mengalami gangguan serius.
Tak hanya fokus pada harga dan stok, aspek keamanan pangan juga menjadi sorotan utama. Tim BPOM turut mengambil sampel makanan seperti tahu, mi, dan cincau yang dijual di pasar guna memastikan tidak mengandung zat berbahaya. Hasilnya, seluruh produk yang diperiksa dinyatakan aman dikonsumsi masyarakat.
Sidak kemudian dilanjutkan ke pusat perbelanjaan modern guna memastikan ketersediaan bahan pokok di ritel tetap terjaga dan harga tidak dimainkan. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkot Palembang dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan potensi inflasi daerah.
Melalui pengawasan langsung ini, Pemkot ingin memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa dibayangi kelangkaan bahan pokok maupun lonjakan harga yang memberatkan. Pemerintah juga berkomitmen akan terus melakukan monitoring rutin agar stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga hingga Lebaran.
Di tengah dinamika ekonomi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat, sidak pasar ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Pesannya jelas: stok aman, harga terkendali, dan masyarakat tidak perlu panik menghadapi Ramadan.

















