SUMSEL, SUMATERAPOS.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) V melaksanakan kegiatan reses masa sidang IV Tahun Anggaran 2025 sebagai upaya menjaring aspirasi langsung dari masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada 11–18 Oktober 2025 tersebut digelar di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), serta dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kecamatan.
Reses kali ini dipimpin oleh Sri Mulyadi, SE., M.Si. dari Partai Gerindra selaku Koordinator Rombongan. Ia didampingi sejumlah anggota DPRD Sumsel lainnya, antara lain Andie Dinialdie, SE., MM. dari Partai Golkar yang juga menjabat Ketua DPRD Sumsel, Isyana Lonitasari, SH. dari Partai Demokrat, At Thahirah Putri Lestari, SE. dari PPP, Fathan Qoribi, ST. dari PKN, Andri Fitriansyah, ST., MM. dari Partai NasDem, serta Mirza Gumay, S.IP. dari PAN.
Dalam keterangannya, Sri Mulyadi menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar formalitas, tetapi sarana penting bagi anggota dewan untuk menampung dan memahami langsung kebutuhan masyarakat.
“Reses menjadi jembatan kami untuk mendengar secara langsung apa yang dirasakan masyarakat di lapangan. Setiap masukan dan aspirasi yang kami terima akan menjadi bahan dalam merumuskan kebijakan pembangunan,” ujar Sri Mulyadi saat bertemu warga Kelurahan Pancur Pungah, Kecamatan Muara Dua, Sabtu (12/10/2025).
Sementara itu, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie menyebutkan bahwa kegiatan reses merupakan bentuk nyata pelaksanaan visi pembangunan ‘Sumsel Maju Terus untuk Semua’, yang berorientasi pada pemerataan hasil pembangunan di seluruh daerah.
“Kami ingin memastikan arah kebijakan pembangunan di Sumatera Selatan benar-benar berpihak pada rakyat. Kemajuan daerah tidak boleh hanya dirasakan di perkotaan, tetapi juga hingga pelosok desa,” tegas Andie.
Melalui kegiatan ini, DPRD Sumsel Dapil V berkomitmen memperkuat fungsi representasi dan memastikan setiap program pembangunan terlaksana dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat OKU dan OKU Selatan.
Masyarakat Sampaikan Aspirasi Beragam: Dari Infrastruktur Hingga Ekonomi
Dalam forum dialog terbuka, warga menyampaikan berbagai persoalan dan harapan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga kegiatan sosial keagamaan.
1. Infrastruktur Masih Jadi Isu Utama
Kondisi jalan dan jembatan antar desa yang belum memadai menjadi perhatian serius masyarakat.
“Kami sangat berharap pemerintah provinsi memperhatikan perbaikan jalan antar desa karena sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi warga,” ujar Apriadi, Kepala Desa Batu Belang 2.
Perbaikan infrastruktur dianggap penting untuk menunjang mobilitas warga dan memperlancar distribusi hasil pertanian.
2. Pemerataan Kualitas Pendidikan
Warga juga menyoroti perlunya pemerataan tenaga pendidik dan peningkatan kesejahteraan guru di daerah terpencil.
“Kami mengharapkan adanya perhatian lebih terhadap guru-guru di sekolah swasta dan wilayah terpencil, termasuk percepatan pengangkatan P3K,” ungkap Siti Sulaikan, perwakilan tenaga pendidik dari Desa Pelangki.
3. Layanan Kesehatan di Daerah Terpencil
Keterbatasan tenaga medis dan obat-obatan di beberapa fasilitas kesehatan masih menjadi kendala.
“Kami mohon agar pemerintah memperkuat layanan kesehatan di desa-desa. Banyak warga harus menempuh jarak jauh hanya untuk berobat,” kata Rani Ayu Ratnahati, Bidan Desa Gedung Lepihan.
4. Pemberdayaan Ekonomi dan Lapangan Kerja
Aspirasi masyarakat juga mencakup harapan agar pemerintah memperkuat sektor UMKM serta membuka peluang kerja baru.
“Pelaku UMKM memerlukan modal dan pelatihan agar dapat berkembang. Kami berharap pemerintah hadir untuk memperkuat ekonomi desa,” ujar Nunung Marlina dari Desa Batu Marta II.
5. Dukungan Sosial dan Keagamaan
Selain itu, masyarakat juga menginginkan perhatian terhadap kegiatan sosial dan keagamaan di tingkat desa. Penguatan nilai-nilai sosial dianggap penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat.
Sejalan dengan Arah Pembangunan RPJMD Sumsel 2025–2029
Hasil penyerapan aspirasi masyarakat selama reses Dapil V menunjukkan kesesuaian dengan arah pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sumatera Selatan 2025–2029.
Menurut Isyana Lonitasari, aspirasi yang dihimpun mencerminkan semangat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun Sumatera Selatan yang adil dan sejahtera.
“Kami berkomitmen memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat agar dapat diakomodasi dalam pembahasan RAPBD 2026. Suara rakyat akan selalu menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan,” tutur Isyana.
Dengan terserapnya berbagai aspirasi tersebut, DPRD Sumsel berharap arah pembangunan ke depan semakin menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan ekonomi lokal, serta pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Kegiatan reses DPRD Sumsel Dapil V Tahun 2025 membuktikan bahwa kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat tetap menjadi pondasi utama dalam memperjuangkan kemajuan daerah secara berkelanjutan.
(Adv)

















