JAKARTA, Sumatera Pos — Universitas Sumatera Selatan (USS) mencatat capaian baru di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan. Kampus tersebut resmi dipercaya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menjadi lembaga penyelenggara pendidikan SDM perkebunan sawit tahun 2026.

Kepercayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara USS dan BPDP di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Yang membuat capaian ini semakin penting, USS tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera Selatan yang lolos seleksi dan ditunjuk BPDP untuk menjalankan program pendidikan SDM perkebunan sawit tahun ini.
Perjanjian kerja sama ditandatangani Wakil Rektor II USS Rabin Ibnu Zainal, M.Sc., Ph.D., mewakili Rektor USS Yudha Pratomo Mahyuddin, M.Sc., Ph.D., bersama Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrahman. Dalam agenda tersebut, Rabin didampingi Dekan Fakultas Pertanian USS Dr. Elmeizy Arafah, MS.
Rabin mengatakan penunjukan tersebut menjadi capaian yang patut disyukuri sekaligus amanah besar bagi USS. Menurutnya, kepercayaan BPDP membuka ruang bagi USS untuk ikut mengambil bagian dalam peningkatan kualitas SDM yang dibutuhkan sektor perkebunan sawit.
“Alhamdulillah, kita bersyukur karena USS resmi lolos dan ditunjuk sebagai lembaga penyelenggara pendidikan SDM Perkebunan tahun 2026,” ujar Rabin.
Lolos Seleksi Ketat
Rabin menegaskan, status sebagai penyelenggara pendidikan SDM perkebunan sawit tidak diperoleh secara otomatis. USS harus melewati proses seleksi yang diikuti sejumlah perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Karena itu, penunjukan USS sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Sumsel dinilai menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Kepercayaan tersebut harus dijawab dengan penyelenggaraan pendidikan yang profesional dan mampu menghasilkan SDM sesuai kebutuhan industri.
“USS menjadi satu-satunya di Sumatera Selatan yang ditunjuk BPDP untuk penyelenggaraan Beasiswa Sawit. Kepercayaan ini melalui seleksi ketat dan tidak mudah, bahkan banyak perguruan tinggi negeri dan swasta yang tidak lolos,” tegasnya.
Menurut Rabin, hasil seleksi tersebut menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kapasitas USS dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkaitan dengan kebutuhan sektor perkebunan sawit.
Ke depan, USS berkomitmen memanfaatkan kepercayaan tersebut untuk memperkuat kualitas pendidikan sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing sesuai perkembangan industri.
Jembatani Kampus dan Industri Sawit
Kerja sama USS dan BPDP dinilai memiliki arti strategis karena mempertemukan dunia pendidikan dengan sektor perkebunan sawit yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia.
Rabin mengatakan penguatan kualitas SDM menjadi salah satu kebutuhan penting agar industri sawit mampu menghadapi tantangan dan perkembangan ke depan.
“Kerja sama strategis ini dalam rangka memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan perkebunan, khususnya mencetak SDM yang kompeten, profesional, dan berdaya saing,” ujarnya.
Dengan penunjukan tersebut, USS tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga mendapat ruang untuk berkontribusi lebih luas dalam menyiapkan SDM yang memiliki kemampuan dan kompetensi sesuai kebutuhan sektor perkebunan.
Bagi Sumatera Selatan, keberadaan USS sebagai satu-satunya kampus penyelenggara pendidikan SDM perkebunan sawit melalui program BPDP juga menjadi peluang untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi, potensi perkebunan daerah dan kebutuhan industri.
Capaian ini sekaligus menambah peran USS dalam pengembangan pendidikan berbasis kebutuhan industri serta pembangunan SDM yang mampu bersaing di sektor perkebunan sawit.

















