OKU, Sumatera Pos — Potensi energi panas bumi atau geothermal di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, kembali mendapat perhatian dalam ajang Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026.
Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta investor agar potensi energi panas bumi di wilayahnya dapat dikembangkan secara optimal.
Menurut Teddy, pengembangan geothermal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan energi bersih. Potensi tersebut juga dapat menjadi pintu masuk investasi sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi Kabupaten OKU.
Teddy menilai, potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah harus dikelola dengan pendekatan yang tepat sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan dunia usaha dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pengembangan sektor panas bumi di OKU.
“Potensi yang ada harus kita dorong bersama agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” ujar Teddy.
Ia mengatakan, pemerintah daerah siap mendukung berbagai langkah yang dapat mempercepat pengembangan investasi energi panas bumi, termasuk membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan calon investor.
Menurutnya, keterlibatan investor sangat diperlukan mengingat pengembangan geothermal membutuhkan dukungan teknologi, sumber daya manusia, pembiayaan serta kajian yang komprehensif.
Dorong Energi Bersih Jadi Penggerak Ekonomi
Teddy melihat pengembangan energi panas bumi memiliki peluang strategis di tengah kebutuhan terhadap sumber energi yang berkelanjutan.
Jika dikelola secara optimal, geothermal bukan hanya dapat memperkuat sektor energi, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah.
Investasi di sektor tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta membuka peluang pengembangan sektor pendukung lainnya.
Karena itu, Pemkab OKU ingin memastikan pengembangan potensi geothermal tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Momentum IIGCE 2026 pun dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat jejaring dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam pengembangan energi panas bumi.
Teddy berharap potensi geothermal yang dimiliki OKU tidak berhenti sebagai potensi di atas kertas. Dengan kolaborasi dan perencanaan yang matang, sumber energi tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi investasi produktif yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Bagi OKU, pengembangan geothermal menjadi salah satu peluang untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mengambil bagian dalam pengembangan energi bersih di Indonesia.

















