PALEMBANG — Perkebunan kelapa sawit sebagai usaha pertanian tanaman, industri kelapa sawit untuk menghasilkan minyak nabati, menjadikan Indonesia produsen dan eksportir terbesar di dunia. Mendorong hal tersebut PT. Menthobi Hijau Lestari (PT MHL) Cabang Sumatera Selatan sebagai distributor pupuk organic mengandeng Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Sumatera Selatan (APKASINDO Sumsel) menggelar Bimtek dan Perkenalkan Pupuk Organik Greengrow Sebagai Solusi Peningkatan Hasil Perkebunan Kelapa Sawit di Sumatera Selatan.
Ketua Aspakindo Sumsel, Slamet Somosentono menyampaikan Penggunaan Pupuk Organik Sangat mendukung kesuburan tanah dan produksi tandan kelapa sawit.
“Seperti diketahui bahwa salah satu penghasilan utama andalan daerah Provinsi Sumatera Selatan yang mendatangkan sumber devisa terbesar dalam bidang perkebunan adalah hasil tanaman kelapa sawit, disamping tanaman karet dan kopi,” kata Pak De Slamet, Jumat (19/12/2025).
“Berkenaan hal tersebut, kemarin (18/12) bertempat di Sekretariat Aspakindo Sumsel, diadakan acara Sosialisasi sekaligus Bimtek bagi para pelaku tanaman kelapa sawit yang dalam hal ini Aspakindo bekerja sama dengan PT. Menthobi Hijau Lestari (PT MHL) Cabang Sumatera Selatan sebagai distributor pupuk organic Greengrow,” terang Mantan Wakil Bupati Banyuasin 2018-2023 itu.
Slamet Somosentono yang pelaku usaha perkebunan menyatakan bahwa penting memanfaatkan sumber daya alam yang berasal dari tumbuhan yang berada disekitar kita untuk meningkatkan kesuburan tanaman serta peningkatan produksi tandan segar kelapa sawit.
“Apabila hal ini diterapkan maka kita akan mendapat keuntungan, yaitu lingkungan terjaga kebersihannya, dimana limbah tumbuhan dijadikan kompos yang sekaligus menyuburkan tanah yang pada akhirnya meningkatkan hasil tandan buah segar kelapa sawit,” imbuh Pak De Slamet.
“Pupuk organik atau pupuk kompos yang berasal tumbuhan adalah salah satu alternatif yang patut kita pertimbangkan, disamping penggunaan pupuk jenis lainnya,” tutupnya.
Sementara itu Andre Fernanda, SE, Ak, Kepala Cabang PT. Kanaka Jaya Persada sebagai distributor tunggal PT. Menthobi Hijau Lestari pupuk organic Greengrow menyatakan bahwa sosialisasi dan bimtek ini diadakan khusus bagi para Anggota Aspakindo serta mengundang beberapa Gapoktan. Dirinya menjelaskan kebermanfaat Greengrow untuk tanaman kelapa sawit.
“Pupuk organik Greengrow adalah pupuk yang dihasilkan dari formulasi limbah padat dan cair pabrik kelapa sawit diperkaya dengan pupuk kandhang yang baik untuk tanah dan tanaman. Manfaat Greengrow antara lain:
- Memperbaiki struktur tanah
- Meningkatkan daya tahan dan daya serap air pada tanah
- Menambah dan mengaktifkan unsur hara pada tanah yang bermanfaat pada pertumbuhan tanaman
- Mengandung bakteri potensial penambat N pelarut phospat serta mengacu hormon pertumbuhan akar
“Jelas Andre.
“Perwakilan Aspakindo yang hadir diperkirakan sebanyak 50 orang yang mewakili perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan. Acara sosialisasi dan Bimtek ini adalah hasil kerja bareng bersama Aspakindo”, ujar Andre Fenanda.
Andre Fenanda menambahkan bahwa narasumber yang dihadirkan memang benar-benar ahli dibidangnya serta para peserta yang hadir diberikan kesempatan untuk mengadakan tanya jawab, diskusi secara langsung.
“Acara sosialisasi dan bimtek ini dihadiri oleh pelaku usaha perkebunan kelapa sawit baik anggota Aspakindo maupun kelompok-kelompok usaha lainnya. Sebagai tuan rumah, acara sosialisasi dan bimtek kali ini, dihadiri sekaligus dibuka oleh Ketua Aspakindo Sumatera Selatan, Selamet Somosentono mantan wakil Bupati Kabupaten Banyuasin periode 2018-2023),” terang Andre.
Acara sosialisasi dan bimtek, diadakan satu hari penuh, terlihat para peserta mendapatkan fasilitas makan siang, coffee break, goodybag yang isinya berkenaan dengan pupuk, termasuk mendapatkan sample pupuk organik Greengrow. Salah satu peserta yang mengaku berasal dari daerah Banyuasin mengatakan bahwa sosialisasi dan bimtek yang berhubungan dengan pemakaian pupuk organik bagi kesuburan tanah guna peningkatan hasil sangat lah perlu.
Melihat daya minat para pelaku perkebunan Andre Fenanda mengusulkan acara seperti ini diadakan setidak nya setahun dua kali, sehingga kita dapat melakukan evaluasi terhadap penggunaanya produk yang diperkenalkan kepada masyarakat.(IPo)

















